Lima puluh dua tahun yang lalu SMPN 2 Sumedang didirikannya oleh Bapak Rd. Samja. Beliau adalah guru sekaligus keluarga dari yayasan Pangeran Sumedang.
Semula sekolah SMP Negeri yang ada dipuser dayeuh Sumedang hanya satu yaitu SMP Negri 1 yang berlokasi dijalan Kebon Kol sampai saat ini.
Karena minat masyarakat begitu tinggi pada saat itu, sementara sekolah SMP Negeri yang ada hanya satu, maka diusulkan SMP Filial dari SMP 1 yaitu SMPN 2 Sumedang yang tempat belajarnya berlokasi dijalan Empang.
Tempat belajar ketika baru didirikan tidak seperti apa yang kita lihat baru-baru seperti ini seperti yang sijalan Empang, tapi dahulu menggunakan dua ruangan dekat gedung Sri manganti, dan untuk sementara nama sekolahnya pun adalah SMP YPS yaitu sekolah menengah pertama yayasan Pangeran Sumedang.
Satu tahun berselang ternyata peminat masyarakat dikota Sumedang untuk bersekolah ke SMPN 2 Sumedang semakin banyak, mak para pendiri sekolah mulai memikirkan tempat belajar yang enak dan lebih luas. Maka istal kuda yang berada dijalan Empang diubah dan dijadikan gedung tempat belajar siswa - siswi SMPN 2 Sumedang.
Kemerkaan, prestasi dan nama baik SMPN 2 Sumedang saat itu terus berkembang dan melebihi sekolah induknya yaitu SMPN 1 Sumedang sebab masyarakat kota Sumedang, Terutamanya para petinggi daerah dan masyarakat Sumedang keturunan Cina pun banyak yang menyekolahkan para putranya hanya ke SMPN 2 Sumedang.
Diringi perjuangan gigih para gurunya disiplin belajar para siswanya maka SMPN 2 Sumedang menjadi salah satu sekolah yang patut diperhitungkan di Kabupaten Sumedang.
Setelah Perjalanan waktu mencapai SD tahun, pada tahun perjuangan baru 2007 - 2008, SMPN 2 Sumedang berpindah lokasi dari SMPN 2 Sumedang di Jalan Empang menjadi SMPN 2 Sumedang di Jalan By - Pass - Kelurahan Situ Sumedang Utara samapi saat ini.
Dimana pun tempatnya, siapapun orangnya, dan kapan pun waktunya, SMPN 2 Sumedang akan senantiasa berkibar dengan bendera yang gagah berani dalam kebenaran, berprestasi akademis, memiliki tingkah laku yang terpuji dan senantiasa menjadi panutan dan teladan bagi guru, siswa dan sekolah yang lain terutama dikabupaten Sumedang.
Tanggal : 09 Febuari 2010 Waktu : 11:50 AM Atatlet Bulutangkis Siswa RSBI SMPN 2 Sumedang Ditulis Oleh :
Uma
PRISKILA
dari ( Siswa RSBI SMPN 2 Sumedang ) Tim Sampurna Sumedang berusaha menjangkau "shuttlecock" saat
menghadapi Merisa dari SGS Elektrik pada final kejuaraan bulu tangkis
kelompok umur Piala Wali Kota Cimahi di GOR Puri Sukmawati, Cipageran,
Cimahi, Jumat (19/2).
SGS Elektrik Bandung tampil sebagai juara umum setelah merebut 6 gelar
juara dari 8 nomor yang dipertandingkan pada Kejuaraan Bulu Tangkis
Kelompok Umumr se-Jawa Barat Piala Wali Kota Cimahi I/2010 di GOR Puri
Sukmawati, Cipageran, Cimahi, yang berakhir Jumat (19/2).Gelar pertama SGSE direbut Noval pada tunggal usia
dini putra setelah pada pertandingan final menang atas M. Akbar Firdaus
(Berlian Padalarang) melalui pertarungan ketat tiga set, 18-21, 21-11,
21-12. SGSE kemudian mendominasi nomor tunggal anak dan pemula dengan
merebut gelar putra dan putri.Pada tunggal anak putri, Silvi mengalahkan Putri
(Sampurna Sumedang) 21-17, 21-12. Pada final bagian putra, Guntur
meraih gelar juga dengan menundukkan pemain Sampurna, Auditya, 21-11,
21-9. Pada final pemula putri, Rifa menang atas Anisa
Fauziah (Sekolah Bulutangkis Ivana) 21-18, 21-15. Kemudian, Randi S. W.
mengalahkan Ari Dwi Nurseto (Bhumi Bhakti Cimahi) 21-13, 21-18 pada
final putra. Gelar terakhir SGSE direbut Merisa yang menang atas
Priskilla (Sampurna) 21-18, 13-21, 21-11 pada final tunggal remaja
putri.Gelar yang lepas dari tangan para pemain SGSE adalah
tunggal usia dini putri dan tunggal remaja putra, yang merupakan partai
pertama dan terakhir gelaran final kemarin. Juara tunggal usia dini
putri direbut Hana (Hikmat Garut) yang mengalahkan Silvi (Sadka Penta
Bandung) 21-11, 21-19. Pada final tunggal remaja putra, Krisna Adi
Nugraha (Sampurna) menundukkan M. Aris (Sinema Sukabumi) 21-11, 21-5.Nara Sudjana dari SGSE mengatakan, keberhasilan
merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan klubnya selama ini.
Menurut Nara, sebelum mengikuti kejuaraan ini, SGSE melakukan seleksi
secara intern sebulan yang lalu. "Jadi, kejuaraan ini diikuti oleh para
pemain terbaik SGSE," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Sampurna, H. Dede Kartaman,
mengaku kecewa karena klubnya hanya meraih satu gelar juara. "Kami
meloloskan empat pemain ke final, tetapi hanya satu yang meraih gelar.
Tiga pemain lainnya memang sulit merebut gelar karena harus menghadapi
para pemain SGSE, yang secara kualitas permainan menang lebih baik,"
Situs ini ditujukan sebagai sarana komunikasi dan informasi SMPN 2 Sumedang dengan segenap pemerhati pendidikan umumnya dan khususnya sebagai media informasi bagi sekolah dengan pihak Pemerintah Pusat, Daerah, Komite Sekolah, Pakar Pendidikan, Guru dan Siswa.