PRISKILA
dari ( Siswa RSBI SMPN 2 Sumedang ) Tim Sampurna Sumedang berusaha menjangkau "shuttlecock" saat
menghadapi Merisa dari SGS Elektrik pada final kejuaraan bulu tangkis
kelompok umur Piala Wali Kota Cimahi di GOR Puri Sukmawati, Cipageran,
Cimahi, Jumat (19/2).
SGS Elektrik Bandung tampil sebagai juara umum setelah merebut 6 gelar
juara dari 8 nomor yang dipertandingkan pada Kejuaraan Bulu Tangkis
Kelompok Umumr se-Jawa Barat Piala Wali Kota Cimahi I/2010 di GOR Puri
Sukmawati, Cipageran, Cimahi, yang berakhir Jumat (19/2).Gelar pertama SGSE direbut Noval pada tunggal usia
dini putra setelah pada pertandingan final menang atas M. Akbar Firdaus
(Berlian Padalarang) melalui pertarungan ketat tiga set, 18-21, 21-11,
21-12. SGSE kemudian mendominasi nomor tunggal anak dan pemula dengan
merebut gelar putra dan putri.Pada tunggal anak putri, Silvi mengalahkan Putri
(Sampurna Sumedang) 21-17, 21-12. Pada final bagian putra, Guntur
meraih gelar juga dengan menundukkan pemain Sampurna, Auditya, 21-11,
21-9. Pada final pemula putri, Rifa menang atas Anisa
Fauziah (Sekolah Bulutangkis Ivana) 21-18, 21-15. Kemudian, Randi S. W.
mengalahkan Ari Dwi Nurseto (Bhumi Bhakti Cimahi) 21-13, 21-18 pada
final putra. Gelar terakhir SGSE direbut Merisa yang menang atas
Priskilla (Sampurna) 21-18, 13-21, 21-11 pada final tunggal remaja
putri.Gelar yang lepas dari tangan para pemain SGSE adalah
tunggal usia dini putri dan tunggal remaja putra, yang merupakan partai
pertama dan terakhir gelaran final kemarin. Juara tunggal usia dini
putri direbut Hana (Hikmat Garut) yang mengalahkan Silvi (Sadka Penta
Bandung) 21-11, 21-19. Pada final tunggal remaja putra, Krisna Adi
Nugraha (Sampurna) menundukkan M. Aris (Sinema Sukabumi) 21-11, 21-5.Nara Sudjana dari SGSE mengatakan, keberhasilan
merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan klubnya selama ini.
Menurut Nara, sebelum mengikuti kejuaraan ini, SGSE melakukan seleksi
secara intern sebulan yang lalu. "Jadi, kejuaraan ini diikuti oleh para
pemain terbaik SGSE," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Sampurna, H. Dede Kartaman,
mengaku kecewa karena klubnya hanya meraih satu gelar juara. "Kami
meloloskan empat pemain ke final, tetapi hanya satu yang meraih gelar.
Tiga pemain lainnya memang sulit merebut gelar karena harus menghadapi
para pemain SGSE, yang secara kualitas permainan menang lebih baik,"
